FREKWENSI DAN DISTRIBUSI HIRSCSPRUNG DISEASE DI RS DR.M.DJAMIL PADANG MEI 2003 – APRIL 2008
No Comment - Post a comment
Ismail Muhammad, Yusirwan Yusuf
Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas / RS Dr.M.Djamil Padang
ABSTRAK
Latar belakang :
Hirschsprung disease merupakan kasus bedah anak yang banyak dijumpai dalam masyarakat dan menjadi problem tersendiri bagi penderita dan keluarganya. Permasalahan yang ditimbulkan cukup komplek sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat karena kegagalan dalam penatalaksanaan anak akan mengalami komplikasi serius dalam kehidupannya.
Bahan dan Metode :
Merupakan penelitian Retrospektif dengan mengumpulkan data-data dari catatan medis pasien yang dirawat dibangsal bedah anak dan bagian kesehatan anak RS.DR.M.Djamil Padang mulai dari bulan Mei 2003 s/d April 2008.
Tujuan :
Melihat distribusi frekuensi penderita Hirschsprung disease di RSUP Dr.M.Djamil berdasarkan, jenis kelamin, umur diagnostik, gambaran klinis, Tipe Hirschsprung disease berdasarkan barium enema, penatalaksanaan tahap awal dan keadaan pasien post kolostomi
Labels: Hirschsprung disease
“POSSUM Scoring System” to Predicted Morbidity and Mortality in Carcinoma Anorectal at M Djamil Hospital Padang
No Comment - Post a comment
Rixendo, Asril Zahari. Achmad Luthfi
| Abstrak Penelitian prospektif terhadap pasien Ca Anorectal yang di rawat di bangsal Bedah RS dr M Djamil Padang periode Januari-April 2008, yang di lakukan penilaian dengan Sistem skoring POSSUM sewaktu pre operatif dengan semua resiko yang terdapat selama preoperasi dan operasi. Pada penelitian ini semua pasien di diagnosa dengan Ca anorectal yang memerlukan tindakan operasi, kemudian di observasi dan di follow up paska operasi untuk mengetahui angka morbiditas dan mortalitasnya. Hasil penelitian di dapatkan, angka morbiditas post operasi kurang dari 4 %. dan angka mortalitas post operasi kurang dari 7% dengan infeksi luka operasi, demam paska operasi dan nyeri paska operasi merupakan yang terbanyak. |
Labels: Carcinoma Anorectal, POSSUM Score
Frekuensi Osteosarkoma di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi Periode Januari 2002-Desember 2006
No Comment - Post a comment
Dr. Ari Oktavenra, Dr. Delsi Hidayat,SpBOT
Latar Belakang: Osteosarkoma merupakan keganasan tulang primer paling sering ditemukan. Kangker ini bersifat sangat ganas, progresif dan destruktif terhadap tulang dan jaringan sekitarnya, serta cepat bermetastasis. Osteosarkoma lebih sering terjadi pada usia dekade II dan sering ditemukan pada laki-laki.
Materi dan Metode: Dilakukan penelitian dengan metode deskriptif retrospektif berdasarkan rekam medis mengenai frekuensi osteosarkoma pada Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi periode Januari 2002- Desember 2006.
Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan 7 kasus osteosarkoma (63,63%) dari 11 kasus kanker tulang (57,13%), diantaranya pada umur dekade II. Perbandingan laki-laki dan perempuan 1,3 : 1 dan lokasi paling sering pada tibia proksimal (42,84%) dengan tipe histopatologi yang paling sering tipe osteoblastik (57,14%).
Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa osteosarkoma banyak ditemukan pada usia dekade II, jenis kelamin laki-laki, lokasi tumor di tibia proksimal dan tipe histopatologinya osteoblastik.
Labels: Osteosarkoma
Tuti lestari, Asril Zahari
sub Bagian Bedah Digestif RS dr M Djamil/FK Unand
Padang
Latar belakang : Carcinoma kolorektal merupakan keganasan ketiga terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak di Amerika dan merupakan 10 penyakit tersering di Indonesia.
Metode : Dilaporkan satu kasus di RS. Dr. M. Djamil Padang, seorang anak perempuan berumur 11 tahun dengan keluhan tidak buang air besar sejak 2 hari sebelum masuk RS. Pemeriksaan fisik pada abdomen terlihat benjolan di perut kanan bawah, teraba massa ukuran 6x5x3 cm,konsistensi padat, permukaan tak rata dan terfixir. Pada rectal toucher ditemukan massa 2 cm dari AKL, sirkuler dengan konsistensi keras.Dilakukan laparotomy dengan temuan intra operative seeding tumor pada semua organ intra peritonium.Dilakukan iliostomy dan biopsi.
Hasil : Hasil patologi anatomi berupa Signet ring cell
Kesimpulan : Kunci utama keberhasilan penanganan karsinoma kolorektal adalah ditemukannya karsinoma dalam stadium dini sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif.
Labels: Carcinoma recti, signet ring cell

