Rixendo, Asril Zahari. Achmad Luthfi

Sub Bagian Bedah Digestif FK Unand/ RS dr M Djamil Padang

Abstrak

Penelitian prospektif terhadap pasien Ca Anorectal yang di rawat di bangsal Bedah RS dr M Djamil Padang periode Januari-April 2008, yang di lakukan penilaian dengan Sistem skoring POSSUM sewaktu pre operatif dengan semua resiko yang terdapat selama preoperasi dan operasi.

Pada penelitian ini semua pasien di diagnosa dengan Ca anorectal yang memerlukan tindakan operasi, kemudian di observasi dan di follow up paska operasi untuk mengetahui angka morbiditas dan mortalitasnya.

Hasil penelitian di dapatkan, angka morbiditas post operasi kurang dari 4 %. dan angka mortalitas post operasi kurang dari 7% dengan infeksi luka operasi, demam paska operasi dan nyeri paska operasi merupakan yang terbanyak.


 


Dr. Ari Oktavenra, Dr. Delsi Hidayat,SpBOT

Latar Belakang: Osteosarkoma merupakan keganasan tulang primer paling sering ditemukan. Kangker ini bersifat sangat ganas, progresif dan destruktif terhadap tulang dan jaringan sekitarnya, serta cepat bermetastasis. Osteosarkoma lebih sering terjadi pada usia dekade II dan sering ditemukan pada laki-laki.

Materi dan Metode: Dilakukan penelitian dengan metode deskriptif retrospektif berdasarkan rekam medis mengenai frekuensi osteosarkoma pada Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi periode Januari 2002- Desember 2006.

Hasil: Dalam penelitian ini didapatkan 7 kasus osteosarkoma (63,63%) dari 11 kasus kanker tulang (57,13%), diantaranya pada umur dekade II. Perbandingan laki-laki dan perempuan 1,3 : 1 dan lokasi paling sering pada tibia proksimal (42,84%) dengan tipe histopatologi yang paling sering tipe osteoblastik (57,14%).

Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa osteosarkoma banyak ditemukan pada usia dekade II, jenis kelamin laki-laki, lokasi tumor di tibia proksimal dan tipe histopatologinya osteoblastik.




 

CARCINOMA RECTI

No Comment - Post a comment

Tuti lestari, Asril Zahari
sub Bagian Bedah Digestif RS dr M Djamil/FK Unand
Padang

Latar belakang : Carcinoma kolorektal merupakan keganasan ketiga terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak di Amerika dan merupakan 10 penyakit tersering di Indonesia.

Metode : Dilaporkan satu kasus di RS. Dr. M. Djamil Padang, seorang anak perempuan berumur 11 tahun dengan keluhan tidak buang air besar sejak 2 hari sebelum masuk RS. Pemeriksaan fisik pada abdomen terlihat benjolan di perut kanan bawah, teraba massa ukuran 6x5x3 cm,konsistensi padat, permukaan tak rata dan terfixir. Pada rectal toucher ditemukan massa 2 cm dari AKL, sirkuler dengan konsistensi keras.Dilakukan laparotomy dengan temuan intra operative seeding tumor pada semua organ intra peritonium.Dilakukan iliostomy dan biopsi.

Hasil : Hasil patologi anatomi berupa Signet ring cell

Kesimpulan : Kunci utama keberhasilan penanganan karsinoma kolorektal adalah ditemukannya karsinoma dalam stadium dini sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif.


 

Abstract (provisional)

Background

Low transsphincteric fistulas less than 1/3 of the sphincter complex are easy to treat by fistulotomy with a high success rate. High transsphincteric fistulas remain a surgical challenge. Various surgical procedures are available, but recurrence rates of these techniques are disappointingly high. The mucosal flap advancement is considered the gold standard for the treatment of high perianal fistula of cryptoglandular origin by most colorectal surgeons. In the literature a recurrence rate between 0 and 63% is reported for the mucosal flap advancement. Recently Armstrong and colleagues reported on a new biologic anal fistula plug, a bioabsorbable xenograft made of lyophilized porcine intestinal submucosa. Their prospective series of 15 patients with high perianal fistula treated with the anal fistula plug showed promising results. The anal fistula plug trial is designed to compare the anal fistula plug with the mucosal flap advancement in the treatment of high perianal fistula in terms of success rate, continence, postoperative pain, and quality of life. Methods/ design: The PLUG trial is a randomized controlled multicenter trial. Sixty patients with high perianal fistulas of cryptoglandular origin will be randomized to either the fistula plug or the mucosal advancement flap. Study parameters will be anorectal fistula closure-rate, continence, post-operative pain, and quality of life. Patients will be followed-up at two weeks, four weeks, and 16 weeks. At the final follow-up closure rate is determined by clinical examination by a surgeon blinded for the intervention.

Discussion

Before broadly implementing the anal fistula plug results of randomized trials using the plug should be awaited. This randomized controlled trial comparing the anal fistula plug and the mucosal advancement flap should provide evidence regarding the effectiveness of the anal fistula plug in the treatment of high perianal fistulas. ISRCTN: 97376902


link