Marwazi Syofyan, Yusirwan Yusuf
Bagian Bedah FK Unand/ RS dr M Djamil Padang
Latar belakang : Bladder Extrophy merupakan suatu kelainan kongenital dimana buli-buli atau vesica urinaria terletak pada bagian luar dari dinding abdomen dengan permukaan bagian dalam dinding posterior buli-buli berada pada bagian tengah dinding abdomen bagian bawah dengan pinggir mukosa yang bersatu dengan kulit. Uretra dan genitalia biasanya tidak terbentuk secara komplit (epispadia), anus dan vagina terletak lebih ke anterior dari yang seharusnya dan ditemukan juga jarak tulang pelvis yang berjauhan (diastasis). Bladder exstrophy-Epispadia Complex merupakan kasus yang sangat jarang terjadi, insidennya diperkirakan antara 1: 30.000 - 1 : 50.000 kelahiran hidup.Insiden lebih banyak pada anak laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 2 : 1, kemudian bila salah satu orang tunya menderita bladder extrophy maka anak kedua akan menderita berkisar 1 : 100. Menurut data dari International Clearinghouse for Births Defects monitoring system,insidennya sekitar 3,3 kasus dari 100.000 kelahiran hidup.
Metode : Dilaporkan satu kasus di RS.Dr.M. Djamil Padang, seorang anak laki-laki umur 2 tahun 8 bulan, Bladder Extrophy yang telah dilakukan tindakan penutupan defek anterior, osteotomy posterior,uretroplasty dan rekonstruksi buli-buli.
Hasil : Evaluasi pasca bedah tidak dijumpai keluhan dan luka operasi baik.
Kesimpulan : Terapi pembedahan pada bladder exstrophy memerlukan beberapa tahap operasi meliputi penutupan buli-buli, uretra posterior dan dinding abdomen (dengan atau tanpa osteotomy), epispadia repair, rekonstruksi buli-buli.

Post a Comment