Thorakotomi dan Dekortikasi pada Emphyema Thoraks

No Comment - Post a comment

Kurniady, Juli Ismail

Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS dr M Djamil Padang



Pendahuluan : Prinsip dasar pengobatan empyema thorak tidak berubah sejak dari masa hipocrates. Dekortikasi dari paru dipopulerkan oleh George Fowler tahun 1893. Empyema thorak adalah suatu penumpukan cairan purulen, debris dan pus dalam rongga pleura. Pada kebanyakan empyema hasil dari suatu efusi pleura yang berhubungan dengan pneumonia (parapneupmonic effusion). .

Tujuan penulisan : Dilakukan penelitian sederhana untuk mempelajari hal ini terhadap 20 orang yang dirawat di RSUP M Djamil Padang selama 3 tahun terakhir dari Januari 2005 s/d Januari 2008.

Metode : Data diperoleh dari medical record pasien yang didiagnosa empyema thorak.

Hasil : Telah dilakukan 32 kasus thorakotomi non Kardial, 12 kasus anak dan 20 dewasa. 10 anak dengan empyema dan 7 diantaranya dilakukan dekortikasi. Sedangkan 2 orang anak lagi hanya diterapi konservatif,

Kesimpulan : Kuman penyebab terbanyak adalah stafilokokkus (50%), pada pasien yang dilakukan thorakotomi dan dekortikasi lama perawatan rata-rata 10 hari. Pada pasien yang diterapi konservatif, lama perawatan rata-rata 28 hari. Keuntungan thorakotomi dan dekortikasi dini adalah memperpendek waktu perawatan, mengurangi mortalitas dan mencegah terjadinya komplikasi.

 

Bladder Exstrophy

No Comment - Post a comment

Marwazi Syofyan, Yusirwan Yusuf
Bagian Bedah FK Unand/ RS dr M Djamil Padang


Latar belakang : Bladder Extrophy merupakan suatu kelainan kongenital dimana buli-buli atau vesica urinaria terletak pada bagian luar dari dinding abdomen dengan permukaan bagian dalam dinding posterior buli-buli berada pada bagian tengah dinding abdomen bagian bawah dengan pinggir mukosa yang bersatu dengan kulit. Uretra dan genitalia biasanya tidak terbentuk secara komplit (epispadia), anus dan vagina terletak lebih ke anterior dari yang seharusnya dan ditemukan juga jarak tulang pelvis yang berjauhan (diastasis). Bladder exstrophy-Epispadia Complex merupakan kasus yang sangat jarang terjadi, insidennya diperkirakan antara 1: 30.000 - 1 : 50.000 kelahiran hidup.Insiden lebih banyak pada anak laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 2 : 1, kemudian bila salah satu orang tunya menderita bladder extrophy maka anak kedua akan menderita berkisar 1 : 100. Menurut data dari International Clearinghouse for Births Defects monitoring system,insidennya sekitar 3,3 kasus dari 100.000 kelahiran hidup.

Metode : Dilaporkan satu kasus di RS.Dr.M. Djamil Padang, seorang anak laki-laki umur 2 tahun 8 bulan, Bladder Extrophy yang telah dilakukan tindakan penutupan defek anterior, osteotomy posterior,uretroplasty dan rekonstruksi buli-buli.

Hasil : Evaluasi pasca bedah tidak dijumpai keluhan dan luka operasi baik.

Kesimpulan : Terapi pembedahan pada bladder exstrophy memerlukan beberapa tahap operasi meliputi penutupan buli-buli, uretra posterior dan dinding abdomen (dengan atau tanpa osteotomy), epispadia repair, rekonstruksi buli-buli.

 

Edwar Martin1, Azamris2, Wirsma Arif Harap3, Daan Khambri3.

Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RS Dr M Djamil Padang

ABSTRAK

Latar belakang :

Penutupan defek setelah dilakukan wide eksisi, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa teknik bedah rekonstruksi diantaranya skin graft, Flap lokal, free flap dan tissue expansion. Untuk defek yang luas sering digunakan flap deltopektoral.

Metode :

Penelitian ini meninjau 2 kasus squamous cell carcinoma pada wajah di RS dr. M. Djamil Padang yang dilakukan wide eksisi dan dilanjutkan dengan penutupan defek memakai flap deltopektoral.

Hasil :

Dilaporkan 2 kasus squamous cell karsinoma pada wajah yang dilakukan wide eksisi dan dilanjutkan dengan penutupan defek menggunakan flap deltopektoral. Kasus pertama seorang wanita 70 tahun dengan lessi pada wajah kanan. Dilakukan wide eksisi dan penutupan defek dengan flap deltopektoral. Kasus kedua seorang wanita 40 tahun dengan squamous cell karsinoma rekuren. Telah dilakukan wide eksisi dan enukleasi bola mata kanan. Setelah 4 tahun timbul rekuren. Dilakukan kembali wide eksisi dan penutupan dengan flap deltopektoral. Flap dipotong pada hari ke 21. Dilanjutkan dengan radioterapi

Kesimpulan :

Defek setelah wide eksisi dapat di tutup dengan flap deltopektoral

 

Profil penderita Ca Thyroid di RS dr M Djamil Padang

No Comment - Post a comment

Rixendo, Azamris, Wirsma Arif
Bagian Ilmu bedah FKUA/ RS dr M Djamil Padang

A. Pendahuluan

Pada saat sekarang pola penyakit telah bergeser dari penyakit infeksi ke pola penyakit degeneratif dan neoplasma. Insiden ditiap tempat berbeda. Keganasan endokrin merupakan salah satu keganasan yang jarang ditemukan, yang paling banyak berupa keganasan thyroid. Ada beberapa masalah yang ditimbulkan oleh gejala klinis penyakit tersebut di antaranya, penderita biasanya datang dengan keluhan benjolan dileher, setelah adanya rasa tidak nyaman di daerah leher yang merupakan gejala utama, untuk stadium lanjut bisa berupa gejala penekanan ke daerah sekitarnya dan gejala metastase jauh.

Dengan kemajuan ilmu yang berkembang , pengobatan penyakit mulai dari diagnosa dini dan pentalaksanaan yang efektif dapat menjadikan kualitas hidup yang lebih baik.

B. Epidemiologi

Kanker thyroid adalah keganasan endokrin yang lazim ditemui. Perkiraan angka kematian dari kanker thyroid pada tahun 2002 adalah 1300 kasus atau 7 % dari seluruh kasus baru kanker thyroid. Di antara tahun 1973 sampai tahun 1997, insiden kanker thyroid meningkat 24 %, sebaliknya kematian akibat kenker ini menurun sekitar 24 %.

Angka rata-rata untuk kanker thyroid yang ditemukan pada otopsi sebanyak 5%-10 %, kecuali di Hawai dan Jepang, dimana angka itu bisa mencapai 28 %. Kebanyakan otopsi tidak berhubungan dengan insiden klinis.

Insiden nodul thyroid pada masyarakat umum adalah 4%-6%, lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan dengan pria. Rata-rata kanker thyroid pada nodul soliter atau multinodular thyroid adalah 10%-20%, meningkat seiring dengan adanya riwayat radiasi di daerah leher. Insidenya lebih tinggi didaerah dengan struma endemik.

Ca thyroid bisa di dapat pada segala usia. Kebanyakan pasien diantara usia 25 dan 65 tahun pada saat diagnosa Ca thyroid.

baca lengkap tumor tyroid